Bank Mandiri merupakan bank milik pemerintah yang memiliki fungsi untuk
mengumpulkan dana masyarakat baik berupa tabungan dan deposito kemudian
menyalurkannya melalui kredit kepada pihak yang membutuhkannya.
Jika kita bicara masalah kredit, terdapat dua macam kredit diantaranya
kredit yang sifatnya lancar dalam pembayarannya maupun kredit macet yang
pembayarannya selalu terdapat masalah. Bank Mandiri selaku bank pemerintah
berkewajiban membantu masyarakat dalam menyalurkan kredit. Untuk menghadapi
kredit macet Bank mandiri memiliki beberapa teknik diantaranya :
Pertama, memberikan kredit pada sektor usaha yang memiliki perkembangan yang
bagus. Bank Mandiri mencatat ada beberapa penurunan permintaan kredit diantaranya
bidang listrik, air dan gas.
Kedua,
menyeleksi calon debitur. Calon debitur yang dipilih diseleksi dan dianalisis
apakah nanti akan berpotensi menimbulkan kredit lancar ataupun kredit macet.
Jika berpotensi kepada kredit macet, Bank Mandiri tidak boleh memberikan kredit
tersebut kepada calon debitur, begitu juga sebaliknya jika calon debitur itu
memiliki potensi pada kredit lancar maka kredit yang diajukan akan di-approve
oleh Bank Mandiri.
Target Bank Mandiri didalam menyalurkan kreditnya yaitu NPL Gross ada di
level 3% dan NPL Net akan ada di tingkat atau level 0,5% sampai 0,7%. Lemahnya
mata uang rupiah akan sangat berdampak pada pertumbuhan kredit perbankan bagi
masyarakat golongan menengah kebawah.
Pada bulan Juni 2013 yang lalu, data pertumbuhan kredit bank mencapai 21%
dan pada akhir bulan April 2015, tingkat pertumbuhan kredit bank hanya berada
pada level 10,4%. Hal ini menyebabkan Bank Mandiri mengalami kendala dalam
penyediaan dana untuk melakukan ekspansi dan tingkat keuntungan yang didapat
oleh Bank Mandiri mengalami penurunan yang signifikan.
Walaupun jumlah tingkat pemberian kredit menurun namun Bank Indonesia
selaku Bank Sentral belum mampu melonggarkan kebijakan moneter misalnya
dimudahkannya aturan LTV Properti dan kendaraan bermotor. Tekanan rupiah yang
semakin menguat tetapi Bank Indonesia belum mampu menurunkan BI Rate dan masih
berada dilevel 7,5%. Tapi, Bank Mandiri sangat optimis sepanjang tahun ini
kemungkinan permintaan kredit akan meningkat di level 13% sampai 15%.