Tuesday, July 28, 2015

Teknik Bank Mandiri menghindari kredit macet



Bank Mandiri merupakan bank milik pemerintah yang memiliki fungsi untuk mengumpulkan dana masyarakat baik berupa tabungan dan deposito kemudian menyalurkannya melalui kredit kepada pihak yang membutuhkannya. 

Jika kita bicara masalah kredit, terdapat dua macam kredit diantaranya kredit yang sifatnya lancar dalam pembayarannya maupun kredit macet yang pembayarannya selalu terdapat masalah. Bank Mandiri selaku bank pemerintah berkewajiban membantu masyarakat dalam menyalurkan kredit. Untuk menghadapi kredit macet Bank mandiri memiliki beberapa teknik diantaranya :

Pertama, memberikan kredit pada sektor usaha yang memiliki perkembangan yang bagus. Bank Mandiri mencatat ada beberapa penurunan permintaan kredit diantaranya bidang listrik, air dan gas.

Kedua, menyeleksi calon debitur. Calon debitur yang dipilih diseleksi dan dianalisis apakah nanti akan berpotensi menimbulkan kredit lancar ataupun kredit macet. Jika berpotensi kepada kredit macet, Bank Mandiri tidak boleh memberikan kredit tersebut kepada calon debitur, begitu juga sebaliknya jika calon debitur itu memiliki potensi pada kredit lancar maka kredit yang diajukan akan di-approve oleh Bank Mandiri.

Target Bank Mandiri didalam menyalurkan kreditnya yaitu NPL Gross ada di level 3% dan NPL Net akan ada di tingkat atau level 0,5% sampai 0,7%. Lemahnya mata uang rupiah akan sangat berdampak pada pertumbuhan kredit perbankan bagi masyarakat golongan menengah kebawah.

Pada bulan Juni 2013 yang lalu, data pertumbuhan kredit bank mencapai 21% dan pada akhir bulan April 2015, tingkat pertumbuhan kredit bank hanya berada pada level 10,4%. Hal ini menyebabkan Bank Mandiri mengalami kendala dalam penyediaan dana untuk melakukan ekspansi dan tingkat keuntungan yang didapat oleh Bank Mandiri mengalami penurunan yang signifikan.

Walaupun jumlah tingkat pemberian kredit menurun namun Bank Indonesia selaku Bank Sentral belum mampu melonggarkan kebijakan moneter misalnya dimudahkannya aturan LTV Properti dan kendaraan bermotor. Tekanan rupiah yang semakin menguat tetapi Bank Indonesia belum mampu menurunkan BI Rate dan masih berada dilevel 7,5%. Tapi, Bank Mandiri sangat optimis sepanjang tahun ini kemungkinan permintaan kredit akan meningkat di level 13% sampai 15%.

No comments:

Post a Comment