Nilai
rupiah dari waktu ke waktu terus mengalami penurunan yang sangat tragis,
dibandingkan dengan mata uang rivalnya yaitu dollar Amerika Serikat. Dari data
Bank Indonesia (BI), rupiah sudah berada pada level Rp 13.453 per dollar
Amerika serikat, sehingga dapat dianalisi mengalami penurunan sebanyak 8,14%
diawal tahun ini.
Para
ahli ekonomi menyatakan bahwa pelemahan mata uang rupiah akan memiliki dampak
tidak baik terhadap perbankan yang ada di negara kita yaitu berupa efek adanya
penurunan permintaan kredit atau meningkatnya non performing loan (NPL), yang
berakibat pada adanya peningkatan kredit macet perbankan.
Selain
itu, pelemahan mata uang rupiah disebabkan karena adanya permintaan dollar untuk
membayar hutang luar negeri dan banyaknya kebutuhan akan dollar bagi para
emiten yang bermain dalam pasar valas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai
sepanjang tahun 2015 ini perbankan yang ada di Indonesia masih penuh dengan
tantangan, salah satunya tugas perbankan dalam menumbuhkan permintaan kredit
yang diproyeksi sekitar 13%-15% sepanjang tahun 2015 ini.
No comments:
Post a Comment