Perekonomian
dunia yang tidak menentu sampai saat ini menyebabkan perekonomian di beberapa
negara mengalami resesi yang berkepanjangan. Misalnya seperti krisis ekonomi
yang terjadi negara-negara Eropa yang mengalami penurunan sebesar 0,5% pada
tahun 2015.
Hal
ini juga terjadi di negara-negara kawasan Asia yang mengalami penurunan sebesar
5,3%. Berbagai spekulasi dan pendapat pun ke permukaan dalam menangani
ketidakpastian perekonomian yang terjadi saat ini. Para pakar ekonomi
berpendapat ketidakpastian pertumbuhan perekonomian saat ini memberikan efek
negatif hampir di seluruh negara-negara yang ada didunia.
Misalnya
perekonomian Cina yang pada kuartal IV tahun 2014 mengalami penurunan secara
signifikan sebesar 7%. Angka 7% ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi global
sedang mengalami resesi. Dilain pihak, pertumbuhan perekonomian yang ada di
Amerika Serikat menunjukan pertumbuhan ekonomi yang membaik.
Indonesia
saat ini juga mengalami ancaman ekonomi global dimana sejak akhir tahun 2011
nilai ekspor mulai mengalami penurunan akibat kurs dollar Amerika yang semakin
melambung tinggi. Dari data yang ada menunjukkan nilai ekspor Indonesia pada
bulan Desember 2014 hanya berjumlah US$ 176,30 miliar sedangkan impornya
berjumlah US$ 178,20 miliar sehingga defisit neraca perdagangan negara sebesar US$
1,89 miliar.
Kejatuhan
perekonomian Indonesia yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh beberapa berita
negatif serta berbagai kebijakan pemerintah yang semakin membuat suasana
perekonomian tidak mengalami kemajuan.
No comments:
Post a Comment